Friday, January 6, 2017

Reliability Centered Measured (RCM)

reliability centered measured (RCM) wahyu
Reliability Centered Measured(RCM)

Reliability Centered Measured
adalah metode untuk memilih dan mengebangkan serta membuat alternative strategi perawatan yang didasarkan pada kritreria operasional, ekonomi dan keamanan. Tujannya adalah untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan memprioritaskan kepentingan dari mode kegagalan kemudian memilih tindakan perawatan penceghan yang efektif. Dalam aplikasi RCM terdapat beberapa hal penting diantaranya adalah :
a.       Langkah proses RCM
Didalam pemilihan system perawatan, maka haruslah pada perawatan yang mempunyai frequensi coretiv maintenance yang tinggi, dengn biaya yang mahal dan berpengaruh besar terhadap lingkungan. Selanjutnya pendeskripsian sistem pada functional diagram block, kemudian fungsi dapat diartikan sebagai gerakan hasil atau output yang dinginkan. Kegagalan adalah ketidak mampuan suatu peralatan untuk memenuhi fungsinya sesuai dengan performa standard yang telah di set up sejak peralatan tersebut di produksi dari suatu pabrik[5].
Mode perawatan merupakan keadaan yang dapat mengakibatkan kegagalan. Apabila mode kegagalan sudah diketahui, maka kemungkinan untuk mengetahui dampak kegagalan dapat diketahui, dan menentukan langkah yang paling tepat untuk mendeteksinya bahkan memperbaikinya. Logic Tree Analysis merupakan alat untuk mengukur kualitatif untuk mengklarifikasi mode kegagalan yang harus dilakukan sendiri oleh teknisi kendaraan atau orang yang melakukan perawatan terhadap alat berat, diantaranya dibag menjadi 4 kategori, diantaranya :
1)      Safety problem (Kategori A)
Mode kegagalan ini mempunyai konsekuensi untuk mengancam jiwa seseorang.
2)      Outage Problem (Kategori B)
Mode kegagalan ini mengakibatkan system yang digunakan tidak dapat bekerja.
3)      Minor to investigation economic problem (Kategori C)
Mode keagalan ini memiliki dampak kecil bagi sistem maupun bagi orang,, bahkan karena kecilnya kerusakan maka mode ini dapat juga diabaikan.
4)      Hidden Failure (Kategori D)
Kegagalan ini merupakan kegagalan yang tidak dapat diidentifikasi leh operator.
Langkah selanjutnya adalah penentuan kebijakan-kebijakan yang dilakukan harus sesuai dengan kategori masalah diatas. Seorang teknik harus dapat menghitung nilai kerusakan yang terjadi.
b.      Komponen RCM
Didalam RCM terdapat 4 komponen penting diantaranya adalah reactive maintenance yaitu jenis perawatan yang berprinsip pada pengoperasian unit sampai rusak.atau perbaikan ketika rusak. Preventive maintenance adalah perawatan berkala tanpa mempertimbangkan kondisi komponen, kegiatannya antara lain adalah pelumasan, kalibrasi, dan juga beberapa pembersihan. Predictive testing and inspection adalah penentuan secara pasti dengan umur komponen, untuk mendapatkan komponen baru. Pekerjaan utama pada proses ini pada umumnya dapat dilakukan di lapangan untuk mendapatkan data yang valid dan sebenarnya, langkah yang dilakukan untuk mendapatkan data yang valid adalah :
1)      Reactive maintenance
Ini adalah jenis perawatn yang beroprinsip pada pengoperasian alat sampai rusak atau diperbaiki ketika rusak. Proses ini akan dilakukan jika sudah ada kerusakan dan telah memalui proses deteroisasi yang jelas. Mengetahui dan mendapatkan trend dari kondisi komponen dari waktu ke waktu. Sering kali riwayat kegagalan sebelumnya dapat dijadikan panduan untuk kegagalan yang akan terjadi ke depan. Statistic distribusi kegagalan harus di ketahui untuk menentukan periode akan terjadinya kegagalan. Selain itu juga dilakukan pendekatan konservatif dengan cara monitoring tiap bulan atau tiap minggu.
2)      preventive maintenance
perawatan jenis ini sering dilakukan disebut time based maintenance sudah dapat mengurangi frequensi kegagalan ketika perawatan jenis ini diterapkan. Jka dibandingkan dengan reactive maintenance. Perawatan jenis ini dilakukan tanpa mempergimbangkan kondisi koonen.kegiatannya antra lain terdiri dari pemeriksaan, penggantian komponen, kalibrasi peumasan da pembersihan. Perawatan jenis ini tidak efektif dari segi biaya[5].
3)      Predictiv testing and Inspection (PTI)
Tes prediksi dan inspeksi dapat digunakan untuk menjustifikasi time based maintenance, karena hasilnya digaransi oleh kondisi unit yang terkontrol. Data inilah yang digunakan untuk menentukan mode kegagalan, dan juga analisisstatistik ketahanan komponen kendaraan alat berat. Pengalaman menunjukan bahwa PTI sangat berguna untuk menentukan kondisi mesin ang sebenarnya[5].
Ø  Monitoring equipment
Tujuan utama monitoring adalah untuk mengetahui keadaan dan mendaatkan trend dari kondisi alat dari waktu ke waktu. Pendekatan yang digunakan adalah
·         Antisipasi kegagalan dari pengalaman sebelumnya. Seringkali pengalaman kegagalan sebelumnya dapat digunakan untuk menentukan trend kegagalan yang akan terjadi di kemudian hari.
·         Statistic distribusi kegagalan harus diketahui utuk mendapatkan periode akan terjadinya kegagalan.
·         Pendekatan konservativ adalah praktik yang sering dilakukan dilapangan dengan melakukan monitoring secara rutin setiap minggu. Seringkali data yang didapatkan tidak mencukupi untuk mengetahui keadaan kondisi unit, hal ini akan menyebabkan periode atau interval monitoring semakin diperpendek.
Ø  Tes prediksi dan inspeksi

PTI sering digunakan untuk conditionl montoring dan untuk menustifikasikan waktu perawatan. Karena hasilnya digaransi oleh kondisi unti yang terkonrol. Data PTI yng diambil secara periodic dapat dgunakan untuk menentuka trend kondisi equipment. Perbandingan adat antar equipment. Proses analisis dan juga lainy. PTI tidak dapat digunakan untuk satu satunya meted perawatan karena tidak dapat mengetahui semua mode kegagalan.


Refferensi :
[=] Handbook of bulldozer komatsu.

1 comment:

Unknown said...

apa bisa digunakan untuk semua mesin?